Dalam blog perdana ini , saya akan berbagi cerita saat kami di Gama Multi menjalankan mandat sebagai inkubator usaha rintisan. Sejak tahun 2015, Gama Multi setiap tahun selalu mengirimkan rekomendasi ke Ditjen Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti, usaha rintisan di wilayah DIY yang layak mendapatkan bantuan permodalan dan pelatihan. Untuk tahun 2019 ini ada 9 usaha rintisan yang telah lolos seleksi program tsb dan selanjutnya akan mendapatkan pendampingan dari Gama Multi sebagai inkubator dengan melibatkan berbagai pakar dari UGM.
Salah satu usaha rintisan yang menarik perhatian kami adalah pembuatan jam digital yang diberi nama NTP Digital Clock yang tersinkronisasi dengan server lokal/internet. Kelebihan atau keunikan yang ditawarkan jam ini adalah ketepatan, akurasi, dan kemudahan pengoperasian. Bisa dikatakan bahwa jam digital tsb memiliki tingkat akurasi yang tinggi yaitu dengan toleransi +/- 0,2 detik. Jam atau penunjuk waktu lainnya rata-rata memiliki tingkat kemelesetan 6 detik/24 jam, kumulatif.
Pertanyaannya apakah kita memerlukan jam dengan akurasi sampai nol koma sekian detik? Jawabannya tergantung, kalau untuk menghadiri suatu undangan yang dimulai dari “jam setelah makan siang” sampai dengan “acara selesai”; maka akurasi waktu tidak diperlukan. Tapi untuk segmen kebutuhan seperti transportasi (penerbangan), proses produksi di pabrik, atau ruang operasi di rumah sakit, maka akurasi mutlak diperlukan karena berhubungan langsung dengan keamanan dan keselamatan.
Ceruk inilah yang akan diisi oleh NTP Digital Clock. Saat ini kebutuhan akan jam dengan akurasi tinggi masih dipenuhi oleh produk impor dengan harga yang jauh lebih mahal. Sehingga pengembangan produk ini akan memiliki potensi pasar yang luas tapi spesifik yaitu transportasi, industri manufaktur, & jasa kesehatan. Dan inilah manfaat menemukan ceruk potensial bagi suatu usaha rintisan. Tanpa kelebihan yang unik setiap produk akan bersaing dengan produk lainnya di pasar yang “berdarah-darah” karena masing-masing akan melakukan perang harga atau diskon.
Dan Gama Multi secara konsisten selalu mencari faktor keunikan sebagai salah satu faktor dalam merekomendasikan suatu usaha rintisan agar lolos seleksi di Kemeristekdikti. Karena kami menyadari ada “tanggung jawab moral” di balik rekomendasi tersebut. Kami harus yakin bahwa usaha rintisan tsb memiliki peluang keberhasilan yang besar dengan menemukan ceruk yang potensial.
Selamat berakhir pekan & sampai jumpa dengan tulisan berikutnya:-)

