0274-549426 | ibnu@gamamulti.com

Direktur Utama

Gama Multi Group - Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia

#14 Buku Yang Menginspirasi (4): You Just Don’t Understand

Salah satu buku yang menginspirasi bagi saya adalah karya Deborah Tannen, Ph.D., berjudul You Just Don’t Understand. Buku ini mengulas soal kegagalan komunikasi pria & wanita karena perbedaan cara pandang dan latar belakangnya. Contohnya adalah kisah seorang istri, sebut saja Bunga, yang 2 minggu sebelumnya dirawat di rumah sakit. Kini setelah di rumah, Bunga masih merasakan tidak enak badan kemudian hal ini disampaikan ke suaminya.

Merasa dimintai saran, sang suami segera mengusulkan supaya Bunga berkonsultasi dengan dokter dan kalau perlu istirahat lagi di rumah sakit. Usulan yang bagi suami tampak logis & rasional ini, bagi Bunga justru menyinggung perasaan. Dalam hati Bunga bertanya-tanya, apakah kehadirannya di rumah sudah tidak diperlukan sehingga suaminya menyampaikan usul tsb? Komunikasi ini berakhir dengan tatapan mata & ucapan masing-masing, “You just don’t understand”.

Kegagalan komunikasi ini ternyata terjadi juga antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha. Kesan ini saya dapat saat memfasilitasi diskusi antara perhotelan dengan SMK Pariwisata di Yogya melalui unit usaha Gama Konsultan & Hotel UC UGM. Topik diskusi tentang data BPS yang melaporkan angka pengangguran lulusan SMK sebesar 8,63%; lebih tinggi dari lulusan SMA, 7,19% (Februari, 2019).

Perhotelan menganggap lulusan SMK tidak dibekali dengan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan terkini. Sebaliknya, SMK merasa sudah menjalankan proses belajar dengan benar sesuai acuan yaitu Kurikulum 13. Sehingga mereka seperti saling memandang seraya berkata, “You just don’t understand.”

Menengahi hal ini, kemudian kami persilakan pihak perhotelan untuk merinci keterampilan apa saja yang dibutuhkan, bagaimana cara terbaik mengajarkan, dan berapa lama. Artinya melibatkan dunia usaha dan industri sejak dari menyusun kurikulum sampai dengan proses pembelajaran adalah solusi untuk mengatasi kegagalan komunikasi antara lembaga pendidikan dan dunia usaha/industri. Selama dunia usaha dan lembaga pendidikan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, komunikasi mereka pada akhirnya akan berujung pada kalimat, “You just don’t understand.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *