0274-549426 | ibnu@gamamulti.com

Direktur Utama

Gama Multi Group - Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia

#15 Kiat Bertanya

Tom Pohlmann & Neethi Mary Thomas

Mengajukan tanyaan adalah soal yang “gampang-gampang susah”. Karena mengutip kata-kata bijak pujangga Voltaire, “Judge a man by his questions rather than by his answers.” Artinya, tanyaan tidak bisa “bohong”. Dari tanyaan itu kita akan tahu “siapa” penanyanya.

Tapi ada panduan sederhana untuk bertanya “cerdas” dengan menggunakan model Tom Pohlmann & Neethi Mary Thomas yang menulis di HBR. Untuk memperjelas mari kita gunakan topik yang aktual yaitu soal “kecurangan yang masif, terstruktur, dan sistematis.”

Jenis tanyaan #1 clarifying atau penjelasan: “Contohnya seperti apa?” Tanyaan #2 adjoining, kejadian yang lain: “Apakah itu juga terjadi di kejadian yang lain?” Tanyaan #3 elevating atau pendalaman: “Bagaimana analisisnya sehingga sampai pada simpulan itu?” Tanyaan #4 elevating atau gambar besarnya: “Apakah benar terjadi kecurangan yang masif, terstruktur, dan sistematis?”

Panduan model Tom Pohlmann & Neethi Mary Thomas kiranya cukup sederhana. Tapi mungkin tidak mudah juga untuk menerapkannya. Karena ini menyangkut kebiasaan atau bahkan budaya. Maksud saya pendidikan dan lingkungan kerja kita selama ini lebih mengapresiasi mereka yang bisa menjawab dari pada bertanya. Padahal kalau tanyaannya salah, maka jawaban yang benar menjadi sia-sia. Sehingga sesi Q&A memang harus dimulai dari mengajukan tanyaan yang “benar” dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *