Topik ini tiba-tiba saja mengemuka saat kami mewawancarai seorang mahasiswi prodi pariwisata, sebut saja namanya Melati. Kepadanya saya bertanya apakah dia punya ide yang unik, lain dari yang lain, tentang paket wisata. Lalu dengan spontan dia menyebutkan, “Dark tourism”. Jawabannya membuat saya sedikit “njenggirat” karena belum pernah mendengar dan saya
