
Sore itu saya mendapat cerita tentang pertemuan antara sebuah perusahaan maskapai dengan usaha biro perjalanan. Inti pertemuan adalah penyampaian putusan (sepihak) maskapai untuk menurunkan (lagi) komisi penjualan pertiketan.
Putusan itu tentu semakin memberatkan usaha biro perjalanan luring (offline). Oleh sebab itu wajar kalau putusan itu ditanggapi sebagian pelaku usaha dengan emosional; mereka merasa dicampakkan dan diperlakukan “habis manis sepah dibuang”.
Tapi itulah bisnis. Bisnis berjalan dengan hukum-hukumnya sendiri. Maskapai tentu telah berhitung dengan cermat. Bahwa model penjualan tiket toh bisa dilayani secara daring (online). Dan kalau mereka mau menerima komisi penjualan yang lebih rendah, bukankah ini akan menurunkan beban operasional maskapai yang juga sama-sama menghadapi tekanan.
Bersikap emosional adalah wajar karena pelaku bisnis biro perjalanan adalah juga manusia. Siapa yang tidak sakit hati, setelah bertahun-tahun menjalin hubungan tiba-tiba dicampakkan karena ada yang “lebih muda & seksi”. Tapi bisnis menuntut pelakunya supaya bisa menyikapi tiap perubahan atau kejadian yang menyakitkan itu dengan kepala dingin.
“Nothing personal,” itulah nasihat bos besar Mafia Don Vito Corleone kepada anaknya Sonny Corleone yang masih “baper” saat pertama melaksanakan tugar bos besar untuk menyingkirkan rival-rivalnya dengan “cara mafia.” Baper manusiawi, tapi jangan sampai kehilangan perspektif. Pada akhirnya kita semua harus “kerja, kerja, kerja!”
