0274-549426 | ibnu@gamamulti.com

Direktur Utama

Gama Multi Group - Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia

#36 Menyemai Benih-benih Unicorn

Selain diskusi panel dengan pelaku UMKM, forum hari itu juga menampilkan sesi pitching dari usaha rintisan binaan Gama Inovasi Berdikari (GIB) salah satu anak perusahaan Gama Multi. Terus terang saya mengapresiasi dan mengagumi ide bisnis pengusaha rintisan yang sebagian besar masih kuliah di UGM.

Pitching #1: “Perkenalkan kami dari Protokol – Indonesia, kami menawarkan jasa pengamanan tanda tangan, password, user ID, dan informasi personal lainnya dengan menggunakan teknologi blockchain. (Ups, darimana mereka belajar blockchain? Dan bagaimana dengan instansi yang masih menyaratkan tanda tangan “basah kuyup”?)

Pitching #2: Halo, kami pengembang aplikasi Internet of Things untuk mendigitalkan arsip medical records dan mengembangkan aplikasi smart building untuk mengoptimalkan penggunaan energi di gedung perkantoran. (Dari mata kuliah apa mereka mendapatkan pelajaran IoT?)

Pitching #3: Kami dari Bantu Ternak hendak memodernkan peternakan sapi potong yang 98% masih dikelola secara tradisional. Kami ciptakan aplikasi & alat pemantau yang diikatkan di badan sapi untuk memonitor lokasi penggembalaan, asupan pakan, suhu tubuh, perkembangan berat badan sapi, dll” (Dalam hati saya berpikir apa sapinya tidak malah stres karena dimonitor tiap detik terus turun berat badannya?)

Pitching #4: (Ini yang paling berapi-api.) “Bapak-bapak, ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian selalu saja terjadi di negeri kita, tiap musim kemarau kekeringan, musim hujan kebanjiran”. (Lo, bukannya sudah seharusnya?) “Hal ini menunjukkan ada yang salah urus selain listrik, juga manajemen air hujan, saudara-saudara…”

Sebelum berkembang menjadi orasi politik, segera saya potong pidatonya dengan gaya seorang angel investor,To the point saja, apa masalah yang kamu angkat dan apa solusi yang kamu tawarkan?”

Begitulah, sungguh membesarkan hati bahwa kita punya talent-talent yang hebat. Saya jadi memahami setelah membaca riset McKinsey 2019 yang melaporkan bahwa per April 19 terdapat 331 unicorns di dunia (perusahaan rintisan dengan valuasi $ 1 milyar lebih); 91 dari China; 13, India; 6, Korsel; dan 4, Indonesia. Artinya Indonesia sudah terbukti mampu melahirkan unicorn, dan perusahaan rintisan itulah benih-benihnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *