
Batalnya IPO perusahaan rintisan WeWork cukup menghebohkan jagad bisnis digital. Bagaimana mungkin usaha yang sebelumnya divaluasi senilai $47 milyar sekarang tinggal seperempatnya dan tidak tahu kapan jadinya jadwal IPO.
Padahal lembaga keuangan top seperti SoftBank, JP Morgan, Goldman Sachs, & Morgan Stanley juga mendukung valuasi tsb. SoftBank yang juga investor di Alibaba, Uber, Grab, & Tokopedia bahkan langsung menanamkan $10 milyar di WW.
Artinya lembaga yang top itu ternyata bisa salah dalam melakukan valuasi finansial usaha rintisan. Tapi sebetulnya kita bisa melakukan valuasi berdasarkan “kepantasan” untuk melengkapi valuasi finansial.
Pertama, WW bergerak dalam bidang penyewaan ruang kantor yang sama dengan perusahaan Inggris IWG. Tapi IWG valuasinya hanya $3 milyar dan sudah beroperasi sejak tahun 2000. Pantaskah WW bernilai 18x IWG?
Kedua, draf prospektus IPO WW menurut anggota tim penyusun malah lebih banyak diisi foto-foto kantor WW dan swafoto karyawannya. Padahal umumnya prospektus berisi penjelasan model bisnis dan tentu dengan angka-angka proyeksi usahanya. Jadi pantaskah prospektus disusun seperti majalah mode?
Terakhir, gaya hidup bosnya yang menggunakan jet pribadi seharga $60 juta sebagai kendaraan dinas, janggal juga. Kiranya tidak ada usaha rintisan yang belum IPO sudah menyediakan fasilitas jet pribadi sebagai kendaraan dinas. Dengan valuasi “kepantasan” ini kita bisa menilai pantas tidak WW divaluasi $47 milyar?
