
Ada rasa penasaran ketika saya menerima undangan acara Business Matching dari Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemenaker. Selama ini acara BM yang mempertemukan pengusaha rintisan dan calon investor yang berminat digagas oleh Kominfo dan Kemenristek BRNI.
Kominfo fokus pada usaha rintisan bebasis digital; sedangkan Kemenristek pada usaha rintisan berbasis teknologi non-digital. Sehingga Kemenaker juga perlu merumuskan fokusnya pada usaha rintisan berbasis apa sebagai ‘brand’. Pendapat saya ada baiknya Kemenaker fokus pada usaha rintisan yang “padat karya” sesuai misinya yaitu memperluas kesempatan kerja. Salah satu contoh usaha rintisan yang padat karya binaan Gama Multi adalah Griya Cokelat Nglanggeran yang memberdayakan perempuan desa Nglanggeran untuk mengolah hasil kebun rakyat kakao menjadi aneka produk makanan dan minuman.
Dengan ‘brand’ masing-masing akan menguatkan ekosistem usaha rintisan. Para pengusaha rintisan akan mengetahui kementrian mana yang menyediakan program pembinaan usaha rintisan berdasarkan fokus usaha masing-masing. Investor juga mengetahui mana bidang usaha rintisan yang sesuai dengan minat investasinya. Dan yang paling penting dengan bertambah banyaknya kementrian yang terlibat dalam pembinaan usaha rintisan dengan ‘brand’ masing-masing, akan menggairahkan pertumbuhan usaha rintisan di negara kita.
