0274-549426 | ibnu@gamamulti.com

Direktur Utama

Gama Multi Group - Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia

#70 Jalan Panjang Menggantikan Produk Impor dengan Produk Lokal

“Mari kita sama-sama mempromosikan obat-obatan dan alat kesehatan lokal bukan impor.” Ajakan mulia pembuka diskusi siang itu datang dari seorang pengusaha, importir obat-obatan dan alkes khusus untuk cuci darah dengan pengalaman selama 25 tahun.

Kedatangannya ke kampus untuk mencari mitra yang bisa melakukan riset pengembangan obat cuci darah berbahan baku heparin. Sebelum diskusi berlanjut, saya bertanya, “Ada berapa importir obat-obatan cuci darah di Indonesia?

“Satu yang besar.”

“Impor dari negara mana?”

“China.”

Mendengar jawaban ini, saya menghela nafas. Dan pengusaha itu membaca helaan nafas saya dengan berkata, “Memang produk China terkenal dengan harga murahnya. Saya juga importir tempat tidur untuk RS dari China. Sampai di Indonesia harganya Rp5 juta; produk lokal paling murah Rp7 juta. Jadi lebih baik bagi pengusaha impor saja sebetulnya. Tapi sampai kapan?”

Kali ini pengusaha itu menerawang dan saya bisa membaca pikirannya. Saya juga menghargai niat baiknya. Tapi bisnis tidak cukup dengan niat baik. Diperlukan “ekosistem” pendukung kalau mau mengganti produk impor dengan lokal. Pengusaha yang “idealis”, perguruan tinggi dengan riset dan sarana hilirisasi hasil riset, serta pemerintah yang melalui kebijakannya memberi kesempatan pada produk lokal untuk bersaing. Menyerahkan pada mekanisme pasar hanya membuat kita kembali menerawang: Tapi sampai kapan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *