
Dalam satu sesi pelatihan, seorang instruktur bertutur tentang kesalahan para penjual yang disebutnya terlalu bersemangat mencari kupu-kupu tanpa menyediakan taman bunga yang bisa menarik kupu-kupu tsb. Artinya, para penjual mengeluh semakin sulitnya mencari prospek, tapi mereka tidak mengevaluasi apakah mereka sudah menyediakan solusi yang dibutuhkan calon pembeli.
Bagi peserta pelatihan generasi milenial, mungkin gambaran tentang hubungan antara kupu-kupu dan taman bunga tsb agak kabur; karena mereka sudah tidak pernah melihat ada kupu-kupu di lingkungan rumah atau apartemen mereka. Sehingga salah satu cara untuk menjelaskan hal itu adalah mengajak mereka melihat langsung di taman bunga yang dikerumuni kupu-kupu.
Di Yogyakarta, Fak. Biologi UGM memiliki pusat penelitian tentang tanaman buah, bunga, dan juga taman kupu-kupu yang memperlihatkan hubungan antara tanaman buga dengan kupu-kupu, serta proses metamorfosisnya. Sehingga untuk menjelaskan proses penjualan atau proses perubahan, ajaklah peserta pelatihan melihat langsung ke taman bunga & kupu-kupu supaya mereka lebih memahami materi yang diajarkan dan tidak merasa jenuh di ruang pelatihan.
