
Saya bertanya pada karyawan resto suatu hotel tentang perilaku tamu yang tidak menghabiskan makanan yang diambilnya sendiri.
Di luar dugaan saya, menurut amatannya ada 50% tamu berperilaku seperti itu. Sangat mungkin amatannya tidak akurat. Tapi berapa pun angkanya, fenomena makanan bersisa yang jamak terjadi di hotel, resto, atau acara perhelatan, sangat memprihatinkan.
Saya coba mengaitkan fenomena makanan bersisa ini dengan soal kepemimpinan dengan merujuk definisi kepemimpinan dari Eisenhower bahwa kepemimpinan adalah soal mengambil tanggung jawab atas masalah yang timbul. Dengan kata lain, mereka yang mengambil sendiri makanannya dan kemudian tidak menghabiskan cenderung punya masalah dengan kepemimpinan terhadap dirinya sendiri.
Sekarang saya jadi punya ide lain kali ada seleksi karyawan yang memerlukan kualifikasi kepemimpinan, maka cukup ajak makan mereka model prasmanan kemudian perhatikan apakah mereka menghabiskan makanannya. Kalau ya, lanjut tahap seleksi berikutnya. Tidak habis, coret. Simpel bukan?
