Salah satu tahapan dalam proses inkubasi usaha rintisan adalah mempertemukan usaha rintisan dengan calon investor dalam sesi yang disebut Business Matching. Tujuan sesi ini adalah satu sisi menyediakan alternatif pendanaan bagi usaha rintisan, sisi yang lain, menawarkan prospek investasi bagi investor potensial. Akan terdapat beberapa pola pendanaan & investasi tergantung kebutuhan usaha rintisan & minat investor. Ada yang mulai dari awal saat usaha rintisan hendak memvalidasi ide bisnisnya, atau di tahap akhir menjelang IPO atau MA.
Satu hal yang khas dari sesi Business Matching adalah keterbatasan waktu. Pelaku usaha rintisan biasanya diberi waktu 5 menit untuk memaparkan ide bisnisnya & merayu calon investor supaya tertarik menyediakan pendanaan yang dibutuhkan. Demikian juga dengan investor, dalam beberapa menit mereka sudah harus memutuskan tertarik atau tidak.
Sehingga baik pelaku usaha rintisan maupun investor harus bisa sama2 berpikir, mengatur siasat jitu dalam hitungan menit. Pelaku usaha rintisan dituntut untuk mampu menjelaskan ide bisnisnya dengan simpel, jelas, & meyakinkan. Sekali investor menangkap kesan berbelit-belit dalam penjelasan pelaku usaha rintisan, minat investor akan menurun. Bahkan kesalahan “sepele” yang dilakukan pelaku usaha rintisan saat paparan sudah bisa membuat investor berkata “tidak”. Logika investor sederhana, kalau mengurusi hal yang sepele saja tidak becus, bagaimana bisa mengelola usaha rintisan dan dana yang investor.
Sebaliknya investor juga berhadapan dengan waktu yang mepet untuk memutuskan. Tidak mungkin dalam hitungan menit mereka akan melakukan kalkulasi & analisis bisnis yang rumit. Akhirnya mereka akan mengandalkan “feeling” (yang sudah terlatih) melalui kesan pertama yang mereka dapat dari pelaku usaha rintisan: apakah pelaku usaha ini kompeten, bisa dipercaya, & membuat “nyaman”. Sehingga penting sekali bagi para pelaku usaha rintisan untuk mempersiapkan sebaik-baiknya paparan mereka dan jangan membuat kesalahan yang sepele seperti data yang salah di paparan atau bahkan salah menyebut nama investor…

