
Tiap kali membaca naskah pidato pengukuhan Guru Besar, kita akan mendapat gambaran perjalanan riset Sang Guru Besar. Seperti naskah pidato Prof. Tyas Utami, Guru Besar Mikrobiologi Pangan Fak. Teknologi Pertanian UGM tentang probiotik, mikroorganisme hidup untuk kesehatan saluran pencernaan. Lebih khusus lagi Prof. Tyas Utami meriset tentang probiotik indigenous yang telah melewati uji klinis.
Dalam aplikasinya probiotik dapat digunakan pada produk susu fermentasi, yoghurt, cokelat, ice cream, dll. Riset Prof. Tyas Utami & beberapa peneliti di Indonesia telah sampai pada tahap produksi probiotik skala laboratorium. Tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan skala produksi probiotik dan makanan probiotik agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Tantangan ini perlu dijawab melalui kerjasama antara peneliti/Perguruan Tinggi dengan pelaku industri bidang makanan. Peneliti perlu melanjutkan penelitiannya untuk menjembatani skala produksi laboratorium ke tahap komersial. Pelaku industri bisa mulai melakukan analisis kelayakan bisnis dari produksi probiotik & makanan probiotik. Kerjasama antara PT dan industri ini sangat bermanfaat untuk kedu pihak: PT mendapatkan mitra strategis untuk menghilirkan hasil risetnya; sedangkan industri akan mendapatkan potensi produk baru, pasar baru, atau bahkan usaha rintisan baru berbasis riset.
