
Di kalangan eksekutif pemerintahan istilah “serapan anggaran” tampaknya menjadi salah satu ukuran kinerja mereka yang utama. Sehingga dengan berbagai upaya mereka akan berusaha agar anggaran yang menjadi tanggung jawab mereka bisa terserap 100% melalui berbagai program dan inisiatif yang sudah ditargetkan.
Tetapi sekadar menyalurkan anggaran 100% belum tentu akan tepat sasaran. Di sinilah pendekatan “start with why” bisa juga diterapkan. Artinya, pertama-tama tanyakan dulu mengapa anggaran harus terserap 100%? Salah satu jawabannya adalah supaya pembangunan, peningkatan kesejahteraan, atau pengurangan kemiskinan terlaksana dengan optimal.
Selanjutnya setelah mengetahui “mengapa”, maka jawaban “apa” dan “bagaimana” menjadi lebih mudah. Dengan kata lain, mengetahui “mengapa” akan memberi kita alat untuk memilah dan memilih “apa” yang harus dilakukan dan “bagaimana” melakukannya.
Sebaliknya, tanpa mengetahui “mengapa”, serapan anggaran bisa salah sasaran karena hanya berorientasi pada penyaluran anggaran secara kuantitatif tanpa melihat kualitasnya. Dan inilah manfaatnya memulai suatu model kepemimpinan atau tindakan dengan pertama-tama menjawab “mengapa”, baru kemudian “apa dan bagaimana”.
