0274-549426 | ibnu@gamamulti.com

Direktur Utama

Gama Multi Group - Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia

#29 Mengajukan Dalil (2): Mencari Tantangan Baru Adalah Strategi Bertahan Milenial

Kembali pada “tantangan baru” Bunga, saya coba mengulik “the why” di balik itu. Pertama saya kaitkan dengan fenomena global tentang harga perumahan yang semakin tak terjangkau daya beli milenial. Tidak saja di Singapura, Hongkong, Eropa, & AS; Indonesia juga tidak berbeda.

Harga rumah/apartemen baru di kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta mungkin sudah minimal Rp500 juta. Harga ini kalau dicicil akan menjadi beban angsuran Rp 4-5 juta/bl. Ini jumlah yang “terstruktur, signifikan, dan masif” bagi pendapatan milenial pada umumnya saat mereka bekerja pertama kali.

Oleh sebab itu, strategi survival pertama bagi milenial adalah segera menikah dengan sesama pekerja milenial. Karena dengan menikah, pendapatan mereka langsung “double up”, sehingga “memberikan leverage untuk memperbaiki leverage“. Artinya, dengan pendapatan 2x, maka rasio angsuran rumah dengan pendapatan yang diperoleh secara joint income akan menjadi lebih aman bila dibandingkan dengan kalau single income.

Tapi kemudian timbul soal biaya hidup yang meningkat setelah menikah. Inilah yang kemudian disiasati dengan “mencari tantangan baru” yaitu berpindah-pindah kerja setiap 2-3 tahun sekali. Karena dengan cara ini mereka akan mendapatkan peluang kenaikan gaji “dua digit” yang dapat mencukupi biaya hidup mereka. Sehingga dalil milenial berbeda dengan generasi sebelumnya yang sahih adalah dalam soal mencari “tantangan baru” ini sebagai strategi bertahan (survival strategy) menghadapi tekanan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *