
Setiap padang golf memiliki desain dan tantangan yang unik. Padang golf Portrush yang dipakai untuk turnamen British Open berbeda dari padang golf lainnya. Umumnya padang golf memiliki banyak kolam air, kolam pasir, atau semak belukar sebagai rintangan bagi para pegolf. Tapi Portrush memusatkan tantangannya justru di green yang bergelombang, sehingga menyulitkan pegolf saat hendak memasukkan bola ke lobang.
Di sinilah drama itu terjadi. Lobang ke-2, par 5, 500m, salah satu permain terbaik Jon Rahm mencapai jarak tsb hanya dengan 2 pukulan. Bola mendarat di pinggir green yang berkontur mendaki ke lobang. Lalu Rahm mendorong bolanya dengan putter, tetapi tidak cukup bertenaga untuk mendaki sehingga malah mundur & meluncur hingga keluar dari green lebih jauh dari posisi sebelumnya.
Kemudian Rahm mencoba memukul bola, tapi sekali lagi bola tidak cukup kuat dan malah kembali ke posisi sebelumnya. Pukulan ke-3 di green kali ini Rahm terlalu keras memukul bola, sehingga bola keluar dari green. Akhirnya diperlukan 2 pukulan lagi untuk memasukkan bola ke green. Artinya, jarak 500m cukup dengan 2 pukulan, tapi jarak 20 m ke lobang diperlukan 5 pukulan. Jadi masalahnya di mana?
Begitulah golf, salah satu tantangannya adalah apakah kita bisa merumuskan masalah dengan benar? Demikian pula dengan kehidupan kita. Tiap saat kita dihadapkan pada tantangan berikut: Masalahnya pada strategi yang keliru atau model bisnis yang sudah usang? Jumlah karyawan atau produktivitas? Efektivitas penjualan atau kualitas produk?
Hanya dengan merumuskan masalah dengan benar, maka kita akan bisa memberikan solusi yang tepat. Kemampuan merumuskan masalah dengan benar merupakan keahlian yang selalu dibutuhkan dalam kehidupan kita. Dan golf melatih kemampuan untuk merumuskan masalah dengan benar.
