0274-549426 | ibnu@gamamulti.com

Direktur Utama

Gama Multi Group - Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia

#37 Studi McKinsey 19 tentang Abad Asia: Apakah Pengusaha UKM Harus Ditingkatkan Menjadi Eksportir?

Studi McKinsey 2019 tentang Abad Asia menarik untuk dicermati karena memberi perspektif untuk mendiskusikan isu-isu yang relevan di negeri kita. Salah satu contohnya adalah apakah pengusaha UMKM harus dibina supaya “meningkat” statusnya dari pemain lokal menjadi pemain global seperti pemahaman umum selama ini?

Salah satu pendorong menjadi pengusaha eksportir adalah untuk memperbaiki kondisi neraca pembayaran melalui peningkatan devisa. Tetapi data empiris studi McKinsey bisa membuat kita berubah pikiran. China adalah motor kehebatan Asia, periode 2007-17, produksi industri padat karyanya meningkat 3 kali lipat; tetapi porsi ekspor produk tsb pada periode yang sama justeru turun dari 15% menjadi 8,3%. Artinya, kenaikan produksi tsb tidak diekspor, tetapi dikonsumsi di dalam negeri.

Dan ketika konsumsi dalam negeri bisa dipenuhi tanpa impor, maka hal ini juga positif untuk neraca pembayaran karena menghemat devisa. Nyatanya mata uang Yuan termasuk mata uang yang terkuat. Bahkan saking kuatnya, China sering dituduh sengaja membuat Yuan lemah untuk menjaga ekspornya.

Simpulannya adalah untuk memperkuat cadangan devisa bisa melalui ekspor atau mengurangi impor dengan memenuhi permintaan domestik. Dan tidak semua usaha harus “ditingkatkan” statusnya supaya bisa mengekspor produknya, karena belum tentu sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *