
Reema Zaman, penulis, aktivis, dan pembicara publik. Karirnya dimulai dari menjadi model saat umurnya 18. Umur 23 kiprahnya sudah malang-melintang di panggung kucing New York, episentrum mode dunia.
Ternyata seperti kita, dia sendiri juga tidak menduga sebelumnya ada apa di balik gemerlapnya dunia mode dan riasan wajah yang sempurna. “Saya suka ekspresi wajahmu, karena mengirimkan pesan yang kuat,” komentar pengarah gayanya.
“Pesan apa?” tanya Reema penasaran.
“Mm…, sensual. Mengundang…”
Dalam kesendirian, Reema memandangi fotonya. Saat itu juga air matanya menetes. Bukan itu, pesan yang ingin disampaikannya kepada dunia tentang dirinya. Tapi di New York para model tidak bisa berkata ‘tidak’. Dia pun sadar bahwa dia tidak memiliki kuasa lagi atas jiwanya dan tubuhnya: I am yours. Dan inilah judul buku pertamanya yang dengan jujur, blak-blakan berkisah tentang masa lalunya sebagai model.
Di usia 34, Reema berganti profesi menjadi penulis. Dunia yang sunyi, hening, tapi sangat membahagiakan. Karena menjadi penulis berarti mengandalkan pikiran dan suara hati; bukan tubuh dan kecantikan. Di atas semua itu, dia bisa berkata, “I am mine.” Satu lagi manfaat menulis bagi Reema yaitu mengurangi beban berat masa lalunya.
