
Kepada kandidat yang saat ini masih bekerja sebagai HR Analyst di suatu perusahaan, saya bertanya apa itu HR Analyst dan apa perannya bagi kemajuan perusahaan. Kemudian kandidat tsb mulai bercerita asal muasal keberadaan HR Analyst sampai dengan isu-isu HR yang ditanganinya.
Kurang lebih 5 menit dia bercerita, saya masih belum mendapatkan gambaran apa itu HR Analyst, alih-alih perannya bagi kemajuan perusahaan. Ternyata kandidat tsb juga menyadari kalau sudah bercerita panjang-lebar, tapi masih belum berhasil menjelaskan apa itu HR Analyst, sehingga dia malah minta maaf.
Satu sisi dia punya kecerdasan emosional karena cepat menangkap suasana batin yang terjadi pada dirinya maupun orang lain. Tetapi yang perlu diperbaiki adalah kemampuannya berkomunikasi atau persiapannya menghadapi wawancara sehingga siap untuk menjelaskan tentang dirinya & pengalaman kerjanya dengan bahasa yang sederhana. Seperti kata Einstein, “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.”
