
Pengusaha sukses berikut ini bukan dari generasi milenial. Juga tidak berbasis aplikasi atau menggunakan platform medsos untuk menjalankan bisnisnya. Dia adalah Mb Yani pemilik usaha keluarga Kopi Klotok yang terkenal itu. Saat kami minta berbagi kisah sukses, dia bertutur demikian, “Semua tergantung niatnya, salah kalau bisnis didirikan untuk mencari uang. Bagi kami bisnis untuk berbagi kebaikan…”
Dalam teori kepemimpinan itu adalah judul buku Simon Sinek yang terkenal Start with Why. Artinya, kalau langkah awal atau fondasi perusahaan atau organisasi sudah salah, maka hasil akhirnya juga akan salah. Tapi ada juga kunci sukses Kopi Klotok yang tidak sesuai teori. Karena menurut Mb Yani dia tidak paham soal kopi. La padahal teori mengatakan: jangan berbisnis di bidang yang tidak kita pahami.
Tapi berdasar keyakinan penuh bahwa Tuhan akan memberi kemudahan, maka “ndilalahnya” saat awal pembukaan Kopi Klotok ada pelanggan yang ternyata ahli kopi yang kemudian memberi nasihat bagaimana harusnya memasak dan menyajikan kopi. Jadi bagaimana kita harus memahami kejadian ini? Faktanya setelah Kopi Klotok, di Sleman kemudian berdiri 2000 warung kopi dengan berbagai variasinya.
Saat saya tanya bagaimana strategi menghadapi pesaing yang begitu banyak, jawabnya sekali lagi penuh “keimanan”, “Rejeki sudah ada yang mengatur mas…”
Jadi kalau disimpulkan jalan sukses bisnis ternyata beragam. Mau berbasis aplikasi atau memanfaatkan medsos, atau bahkan membuka warung di Era Industri 4.0 dengan sajian yang tidak dipahami sebelumnya, asalkan dilandasi niat baik, ternyata bisa juga.
