0274-549426 | ibnu@gamamulti.com

Direktur Utama

Gama Multi Group - Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia

#125 Gagasan Bisnis Lama Yang Menjadi Relevan di Masa Pandemi (4): Blue Ocean Strategy

Buku Strategi Samudera Biru ini bisa dikatakan sebagai kritik atas buku strategi bisnis yang ditulis oleh Michael E. Porter (2004) dari Harvard. Bila Porter mengajarkan strategi menghadapi persaingan, maka ajaran Chan Kim adalah bagaimana menghindari persaingan. Karena mengikuti persaingan, menurut Chan Kim hanya akan membuat pebisnis berdarah-darah. Itulah sebabnya bisnis yang sengit persaingannya di sebut “samudera merah”.

Lawannya adalah “samudera biru” sebuah ceruk pasar yang baru, yang relatif tanpa persaingan, sehingga menawarkan potensi pertumbuhan pasar dan keuntungan yang besar. Bisnis yang berbasis riset dengan hak paten, bebasis inovasi, berbasis monopoli karena regulasi, adalah contoh bisnis yang berlayar di samudera biru.

Relevansinya di masa pandemi ini adalah adanya dorongan bagi pebisnis untuk meninggalkan bisnis lamanya yang terdampak pandemi; dan ketika memasuki bisnis yang baru bisa saja mereka bertemu di samudera merah tadi. Di sinilah manfaat strategi samudera biru, yaitu menghindarkan perusahaan dari persaingan yang berdarah-darah.

Contoh kasus adalah kisah pengusaha China Tommy Tu (Bloomberg, 25/9/20) yang memilih mengalihkan bisnis ekspornya setelah terdampak pandemi ke bisnis pembuatan sikat gigi bertenaga batere untuk pasar domestik China. Keputusan ini diambil berdasarkan olahan “big data” dari Alibaba yang menunjukkan begitu banyak warga China yang mencari produk tsb, sementara masih sedikit pebisnis yang menyediakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *