Peter F. Drucker (1909 – 2005) adalah seorang guru bisnis & manajemen yang karya & gagasannya tetap relevan untuk membahas isu-isu terkini. Momen HUT perusahaan yang biasanya digunakan untuk berefleksi tentang apa yang sudah & akan dilakukan oleh karyawan serta pempinan perusahaan mengantarkan saya pada ide Drucker tentang apa peran
#141 Etika Sebagai Panduan dalam Mengambil Keputusan & Berperilaku untuk Kebaikan Individu & Organisasi
Buku Business Ethics karya J.S. Nelson & Lynn A. Stout memberi kita wawasan dan renungan mengenai pentingnya etika bagi individu maupun organisasi dalam mengambil keputusan dan berperilaku. Dan ini relevan sekali dengan situasi yang kita jumpai di negeri kita. Sengkarut industri asuransi, isu tentang pejabat atau keluarga pejabat yang berbisnis,
#140 Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka: Sinergi PT & Industri Menghasilkan Lulusan Berkualitas
Dalam acara penyerahan sertifikat lulusan Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka, para lulusan diminta menyampaikan pendapatnya mengenai manfaat mengikuti program selama 1 semester untuk pengembangan diri mereka. Setelah menyimak pendapat mereka, saya meyakini bahwa program ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas lulusan PT kita. Karena benang merah yang bisa ditarik adalah program
#139 Strategi Menghadapi Risiko Kegagalan Usaha Rintisan: Fokus ke Masalah Internal
Saat memberikan sambutan pada acara penyerahan hibah penelitian & inovasi Perguruan Tinggi 2021 dari Kemendikbudristekkepada para peneliti/inventor, saya mengutip hasil penelitian Biro Ketenagakerjaan AS perihal risiko kegagalan usaha rintisan. Penelitian selama 20 tahun (1995 – 2015) di AS tsb menyampaikan fakta yang “mengecilkan hati” para pelaku usaha rintisan. Diungkap bahwa
#138 Bagaimana Menjadi Orang Bijak?
Univ. Kalifornia, San Diego mengukur bijak tidaknya seseorang melalui 7 kalimat pernyataan. Responden diminta menanggapi setiap kalimat pernyataan tsb dengan rentang ungkapan “sangat tidak setuju” sampai dengan “sangat setuju”, apabila pernyataan tsb diterapkan kepada diri mereka. Ke-7 pernyataan tsb adalah: (1) Saya tidak menunda mengambil keputusan penting. (2) Saya menghindari
#137 Business Matching: Menjodohkan Usaha Rintisan dengan Calon Investor
Salah satu tahapan dalam proses inkubasi usaha rintisan adalah mempertemukan usaha rintisan dengan calon investor dalam sesi yang disebut Business Matching. Tujuan sesi ini adalah satu sisi menyediakan alternatif pendanaan bagi usaha rintisan, sisi yang lain, menawarkan prospek investasi bagi investor potensial. Akan terdapat beberapa pola pendanaan & investasi tergantung
#136 Pelajaran dari Memberikan Sambutan
Setiap kali mendapat tugas untuk memberikan sambutan pembukaan suatu pelatihan atau bimtek, saya selalu melakukan “ritual” berikut ini. Pertama, saya cari tahu dulu hal-hal terkait pelatihan tsb.: apa materinya, siapa pesertanya & apa latar belakangnya, siapa narasumbernya, dan siapa pejabat atau tokoh yang akan meresmikan kegiatan pelatihan tsb. Menyebutkan nama
#135 Mengasah Self-Awareness Melalui Kopi
Sore itu di Resto Hotel UC UGM diadakan sesi “cupping” atau mencicipi aneka rasa kopi & seduhannya diikuti 15 penikmat kopi di Yogyakarta. Kopi yang disajikan beragam mulai dari Gayo, Mandailing, sampai jenis fine robusta Temanggung dengan model seduhan V60 & cold brew. Setelah mencicipi satu gelas kecil jenis kopi
#134 Mencintai Produk Dalam Negeri: Belajar dari Pegolf Wanita Korsel
Ada yang khas setiap kali kita melihat penampilan pegolf wanita Korsel, yaitu busana atau kostum yang mereka kenakan. Berbeda dengan pegolf dari AS, Eropa, atau negara lain, makan pegolf wanita Korsel selalu tampil dengan kaos lengan panjang, dipadu dengan rok pendek, kaos kaki selutut, dan paduan warna pastel. Dan busana
#133 Pelajaran Yang Tidak Diajarkan, Tapi Dibutuhkan (3): Kecepatan Membalas WA, Sebagai Kriteria Promosi
Seorang eksekutif bercerita kepada rekannya bagaimana dia memutuskan untuk mempromosikan anak buahnya A dan bukan B. Terus terang, ujar eksekutif tsb, dia memilih A daripada B yang dipromosikan, karena A selalu cepat menjawab pesan masuk di ponselnya; sedangkan B bisa berjam-jam untuk menjawab pesan masuk setelah terbaca. Tampak sepele, tapi
